http://yonahevi.blogspot.co.id/2015/01/pengaruh-masyarakat-pada-keperawatan.html

PENGARUH MASYARAKAT PADA KEPERAWATAN




Sepanjang sejarah keperawatan, berespons terhadap kebutuhan masyarakat. Pendidikan, praktik, dan penelitian keperawatan kontemporer berkembang ke arah isu-isu ekonomi, teknologi, demografi, sosiologi, dan politik.
a.     Perkembangan teknologi
Dalam tahun terakhir ini, perkembangan ilmu dan teknologi mempengaruhi hampir semua aspek kehidupan. Perawatan kesehatan telah berubah dalam banyak hal, di antaranya penggunaan alat-alat baru, tes diagnostik, cara pengobatan, dan obat-obatan baru. Keperawatan telah beradaptasi dan akan terus-menerus berespons terhadap perubahan ini melalui pendidikan berkelanjutan, program terpadu dan pendekatan pendekatan pendidikannya lainnya. Keperawatan juga memperhatikan dengan caranya sendiri terhadap sisi kemanusiaan dari perkembangan teknologi. Masyarakat secara keseluruhan kelihatannya menerima perkembangan teknologi dalam perawatan kesehatan, tetapi klien seringkali menghadapi masalah berkaitan dengan hal tersebut. Sebagai contoh, mesin dialisis telah digunakan bertahun-tahun untuk mengatasi klien yang memiliki masalah ginjal, tetapi kenyataan ini tidak menurunkan knflik emosi yang dialami klien setelah menyadari bahwa ia memerlukan dialisis. Mengingat teknologi perawatan kesehatan kian kompleks dan canggih, perawat harus membantu klien beradaptasi terhadap pemanfaatan teknologi dalam perawatan.
b.     Perubahan demografi
Perubahan demografi mempengaruhi populasi secara total. Perubahan telah mempengaruhi perawatan kesehatan dalam dekade terakhir seperti perpindahan penduduk dsri desa ke kota; peningkatan umur harapan hidup; peningkatan insidens penyakit alkohol dan kanker paru-paru. Keperawatan sebagai profesi berespons teradap perubahan ini dengan mengeksplorasi metode baru dalam memberikan perawatan, dengan mengkuti perubahan dalam pendidikan dan dengan menetapkan standar praktik di bidang yang baru. Untuk memenuhi perubahan perawat juga berespons terhadap perubahan demografi dalam populasi yang dilayaninya.
c.      Gerakan konsumen
Gerakan konsumen menyatakan kesadaran tinggi akan nilai dan biaya produksi serta pelayanan, dengan kata lain konsumen ingin uang yang dikeluarkannya bermakna. Perawatan kesehatan secara umum telah dipengaruhi oleh pergerakan konsumen terlihat dari adanya pembentukan lembaga perawatan kesehtan tertentu seperti organisasi yang mempertahankan kesehatan, bantuk baru dari asuransi kesehatan, dan memberikan perhatian pada peningkatan biaya perawatan kesehatan. Konsumen juga lebih paham lebih paham tentang sehat dan sakit, serta menjadi lebih vokal dalam memperlihatkan tuntutannya dalam perawatan yang berkualitas tinggi. Karena keperawatan secara umum berinteraksi dengan klien lebih daripada profesi kesehatan lainnya, perawat harus sering menjawab pertanyaan mengenai kualitas dan biaya perawatan kesehatan. Para konsumen jasa juga lebih memahami hak-hak mereka sebagai klien, dan perawat mendukug hak-hak mereka ini dalam perannya sebagai advokat.
d.     Promosi kesehatan
Berkaitan dengan gerakan konsumen adalah penekanan yang lebih besar pada masyarakat dalam promosi kesehatan dan pencegahan penyakit. Olahraga dan nutrisi merupakan topik yang menarik bagi masyarakat. Keperawatan telah berespons terhadap kebutuhan yang lebih besar terhadap peningkatan kesehatan melalui berbagai cara, mulai dari program di komunitas sampai peningkatan kesehatan spesifik dan aktivitas pendidikan bagi klien di rumah sakit dan tempat pelayanan kesehatan lainnya. Aktivitas peningkatan kesehatan merupakan bagian dari berbagai peran perawat, seperti pemberi asuhan, advokat bagi klien, rehabilitator, komunikator dan pendidik.
e.     Gerakan wanita
Gerakan wanita telah membawa banyak perubahan dalam masyarakat karena wanita karena wanita mengejar persamaan ekonomi, politik, pekerjaan dan pendidikan secara terus menerus. Keperawatan, dalam hal ini,berespons dalam dua cara. Karena kebanyakan perawat adalah wanita, mereka secara terus-menerus menyampaikan persamaan hak-hak mereka sebagai manusia, sebagai pekerja, dan pemberian perawatan kesehatan profesional. Gerakan wanita telah mendorong perawat untuk mendapatkan otonomi dan tanggung jawab yang lebih besar dalam memberikan perawatan di suatu lingkungan sehingga mengangkatnya menjadi golongan yang memiliki pangkat tinggi (Bunning dan Campbell, 1990). Gerakan wanita, secara umum telah menyebabkan klien perempuan menjadi lebih memperhatikan dan  mengontrol tubuh, kesehatan, dan kehidupannya. Dengan wanita menjadi lebih menyadari tentang kebutuhan diri dan kualitasnya yang unik, mereka mencari perawatan kesehatan yang dapat membantu mereka dalam memebuhi kebutuhan ini.
f.       Gerakan Hak Asasi Manusia
Seperti gerakan wanita, gerakan hak-hak asasi manusia mengubah cara masyarakat memandang semua anggotanya, termasuk kaum minoritas, klien dengan penyakit terminal, wanita hamil, dan lansia. Beberapa kelompok memiliki kebutuhan kesehatan spesifik dan keperawatan berespons dengan menghargai sekuruh klien sebagai individu yang memiliki hak untuk mendapatkan perawatan yang baik dan memiliki hak-hak asasi. Perawat melindungi seluruh hak-hak klien, tetapi mereka juga memahami kebutuhan spesifik dari kelompok tertentu, sehingga melahirkan hak-hak bagi klien yang akan meninggal, yang dirawat dan hamil, juga kelompok lainnya, untuk memastikan bahwa kualitas perawatan yang diberikan tidak mengabaikan hak-hak klien.

Komentar